WeLcOmE tO CapCuS puSSS...

Logo Design by FlamingText.com



Sabtu, 18 Agustus 2012

gue cuma, cuma, cuma mau bilang ...

          Entah kenapa akhir - akhir ini gue jadi suka dengerin lagu ini, sedikit menghilangkan sesuatu tapi nambah sedikit sesuatu yang lain yang bikin kodok didalam perut gue melompat - melompat gak karuan. This is real. Sayang sekali gua ga bisa ngeluarin si kodok melalui kata - kata. Padahal kata - kata itu perlu dikeluarkan secepatnya. Sekali lagi sayang sekali gue cuma bisa mendam "this fucking helluva thing" dan akhirnya bersedimentasi di dasar hati gue. Numpuk terus sampe semua lobus hati gue terkontaminasi pikiran yang lumayan menyebalkan (banged malah). Gara - gara ini, banyak hal yang bermunculan dan berkecamuk sepanjang hari (yang bikin perut gue semakin ngamuk). Spekulasi tentang ini dan itu, akan begini dan begitu. Penyesalan akibat ini dan itu, seharusnya gue begini dan begitu.

            Entah kenapa gue seneng banged menyimpan sesuatu yang bikin gue ga seneng. Gue cuma sanggup ngungkapin-nya melalui sekelebat spektrum sinar mata gue, yang kadang berahkir dengan gerimis singkat yang turun perlahan melalui lembah dan ngarai yang diciptakan tuhan diantara hidung dan pipi gue yang ga segemuk anak sapi keracunan pestisida. Gue rasa itu hal ter-cemen yang pernah dilakuin cowo se-angkuh gue (gue ga angkuh sama org lain mamen, tenang). Dan lagi gue lebih seneng ngungkapinnya dengan bahasa sepasang bibir yang menyatu kering retak dan berdarah (gue lagipanas dalam) alias diam sepuluh ribu bahasa. Di tambah dengan ekspresi gue yang ikhlas untuk terus cemberut dan terpaksa banged untuk senyum.

             Entah kenapa lagi,  gue susah muntahin semua makanan hidangan buka puasa yang ga enak yang dimasakin sama orang yang ga bisa masak (no, sori bukan mw bilangin ini). Gue paling susah bilang ke seseorang apa yang ga gue senengin dari dia yang berhubungan sama gue. Itu susah banged entah kenapa, kaya susahnya ngebanting hape samsung S3 yang baru loe beli tiga puluh lima menit yang lalu. Gue yakin loe ga bakalan mau ngebanting S3 loe, seperti itu lah rasanya gue saat ingin ngungkapin apa yang gue pikir gue ga suka dari orang lain dan itu related "sedikit banyaknya" sama gue. Tapi ada hal yang gue bisa ungkapin sehubungan dengan itu, kaya mengungkapkan perasaan ga nyaman terhadap temen yang buang angin sembarangan saat gue lagi makan nasi goreng dan kawan - kawannya.  Dan bagian tersusah dan paling nyiksa dari memuntahkan hal yang gue ga suka sama orang lain dan berhubungan sama gue kaya, bilang ke pacar gue bahwasanya gue ga seneng (red : kebahagiaan gue luntur kaya dihisap dementor) kalo doi pergi keluar sama cowo laen yang apalagi gue ga kenal. Karena itu emang "the most sucks things ever" bagi gue (dan segelintir cowo yang seneng minum pocari sweat sambil bawa motor). Gue ga tau si cowo gimana dan bagaimana struktur anatomi dan fisiologinya dia (siapa tau dia mutan) dan jalan pikirannya. Gimana coba kalo si cowo macem - macem sama cewe loe atau nembak cewe loe, atau nawarin cewe loe vacum cleaner merek terbaru (kalo itu sih gue fair aja, kasian si cowo lagi sales kali ya). Gue rasa hal ini normal bagi cowo normal non-gay seperti gue, karena gue punya opini kalo ada cowo yang fair sama hal seperti ini, ketahuilah wahai orang -orang yang beriman bahwa sesungguhnya si cowo itu adalah gay. mengapa? karena dia lagi memanfaatkan pacar cewenya yang sebagai kedok itu, untuk ngedeketin cowo laen dengan cara ngebiarin cewenya pergi antah kamana sama si cowo (naskah asli gue kutip dari buku panduan menjadi gay sejati). Jadi kesimpulannya ini hal yang sangat susah bagi gue. Kerana gue sendiri selalu nolak pergi sama temen cewe gue saat gue uda punya pacar tentunya. Bukan karena gue gay tentunya, tapi karena gue mau "Dengan gagah selalu menjaga hati ini" (gileee alay) dengan meminimalisasi kemungkinan untuk menyukai atau bahkan jatuh cintrong sama cewe lain. Dan gue anggap dengan menolak hal ini gue udah melaksanakan titah setia hati gue. Jadi kalo seandainya cewe gue dan cewe - cewe loe semuanya pergi sama cowo laen that you don't even know his nose where is itu terjadi, tidak senanglah anda anda sekalian jika tidak ingin jadi gay.  Gimana juga perasaan loe disaat loe nolak pergi sama temen cewe walau sebatas nganterin dia beli pesang goreng buat buka puasa dan cewe loe pergi sama cowo yang loe ga kenal sama sekali. Kenyataan yang bertolak belakang dan ngebuat perasaan loe pengen makan kepala fred gitar-nya bang haji rhoma irama. Dan sekali lagi gue ga bisa ngungkapin itu melalui lidah gue, mungkin tulisan ini jelmaan cara ketiga yang baru aja muncul untuk gue ngungkapin perasaan gue. so this is the song ::::


Rindumu di Sana


Sejak saat kau terbang menjauh dariku
Sudah dua kali valentine ku lewati tanpamu
Ku hadapi datangnya rindu menyakiti
Dengan gagah ku kan selalu menjaga hati ini

Hingga nanti kau kembali ada dalam pelukku

Takkan pernah kan terkikis setia ini
Meskipun kita harus terpisah dan kau tlah jauh di sana
Takkan hilang sabarku untuk menanti
Dirimu tuk kembali bersama semua rindumu di sana
Dan mewarnai lagi redup hati ini yang lelah menanti

Selalu ku tunggu pesanmu datang untukku
Sedikit meredam sakit rindu yang semakin dalam
Ku selalu bermimpi bahwa engkau di sini
Bahagiakan hati ini yang telah sabar menanti

Sampai nanti kau kembali ada dalam pelukku

Takkan pernah kan terkikis setia ini
Meskipun kita harus terpisah dan kau tlah jauh di sana
Takkan hilang sabarku untuk menanti
Dirimu tuk kembali bersama semua rindumu di sana
Dan mewarnai lagi redup hati ini yang lelah menanti

Hingga nanti kau kembali ada dalam pelukku

Takkan pernah kan terkikis setia ini
Meskipun kita harus terpisah dan kau tlah jauh di sana
Takkan hilang sabarku untuk menanti
Dirimu tuk kembali bersama semua rindumu di sana
Dan mewarnai lagi redup hati ini yang lelah menanti

by: last child

Sabtu, 11 Agustus 2012

Ini Namanya Kangen ya...?!

Taman Beringin
             Menurut gue yang pemuja keindahan alam, berada di taman kota itu suatu hal yang sesuatu. Mengapa? karena disaat kita sebagai warga kota yang selalu aja kemanapun mata memandang selalu dihalangi tembok dan makhluk-makhluk merayap yang kentut asap, mulai dari yang beroda empat sampai yang kagak beroda (temen gue yang hobi kentut), itu akan memberi sedikit efek relaksasi hanya dengan berada dan memandang sekeliling taman tersebut. Well, berada di kota sepadat kota medan yang lumayan bikin kepala loe mumet setiap keluar rumah, berada ditaman kota sejenak mungkin uda sedikit menguarangi kepenatan yang muncul.

           Sejurus kemudian, sepulang dari kesawan ngeliat list harga gitar buat temen, gue akhirnya sampai di sebuah taman di penjuru kota medan setelah memacu motor matic gue bak pemuda sesak boker. Masuk di gerbangnya aja gue udah merasakan semerbak kesejukan yang gue damba-dambakan sejak dijalanan tadi. Gue parkir motor di parkiran (karna blom minat markir di kolam), langsung nyari spot duduk di pojokan deket ayunan. Ketentraman dan kesejukan yang gue rasakan pas duduk, membuat gue dipeluk dewi ketenangan (astaghfirullah gue dipeluk dewi padahal lagi puasa). This perfect moment gue manfaatkan untuk relaksasi perasaan dan lain lain.Sembari menghela napas dan menikmati suasana, dari kejauhan (entah karna mata gue yang rabun) gue liat ada sepasang cewe cowo (yaiyalah kalo cowo-cowo mah gay dan ga sepasang) sedang asik jalan mengitari taman sambil ngobrol sekaligus cengengesan. Hati gue mengelos. Kayanya ada yang kurang deh gue duduk disini hari ini, gumam hati gue. Sejenak kemudian baru gue sadari minusnya apa, gue sendirian bagai jomblo maho ditinggal pasangan homonya. Njusss hati gue tambah ngelos. Iya, ternyata gue pergi sendirian, yang  biasanya kalo kesini sama pacar gue. Selaksa klise saat - saat gue jalansama dia pas hari-hari kuliahan pun tak terelakkan membayangi lamunan gue. Dan gue sadari lagi, kenapa gue bete sama jalan-jalan yang gue sering lewati sama doi, gue sadar gue lagi kangen sama dia. That's why I hate long holiday. Pacar gue mudik, dan mudiknya itu ga bisa nyampe ditempuh naek odong-odong nyetop di amplas trus nyampe sejam kemudian. Doi mudik ke bekasi, berjarak ribuan kilo dari medan, dari tempat gue dauduk saat itu. Kesimpulan awalnya gue lagi mengalami sindroma Hiperindu yang biasanya timbul dikala sepasang sejoli sedang berada dalam keadaan kronis LDR.
LDR sangat menyiksa jikalau elo emang bener-bener sayang sama pacar elo, kenapa? karena ketika elo sayang sama sesuatu elo pasti selalu pengen sesuatu itu selalu bersama loe (ga dalam setiap momen seperti berenang di selokan dan sebagainya) supaya elo bisa memastikan kalo sesuatu itu masih milik loe dan ga kurang suatu apapun.

            Well, ngomong-ngomong dilema LDR, gue udah 2 kali putus sama 2 mantan pacar gue yang berbeda gara-gara LDR yang bersifat permanen (red:pisah karena pindah sekolah dll yg bersifat pindah) dan yang bersifat semi permanen (red:pisah karena kuliah yang berjauhan). That's why I Hate LDR. Jadi saking traumanya gue sama LDR, sebulan pisah mudik aja gue bete abis.

            Oke kembali ke taman, karena gue duduknya pas di tempat gue sama doi terakhir duduk sebelum doi mudik, seakan gue mendengar replay dari percakapan kita ditaman pagi itu. Karena ogah terbawa suasana bersifat asam (galau maksudnya), gue mencoba mengalihkan pikiran, ngeluarin ipod shuffle yang baru gue beli 3 hari lalu. Gue dengerin isi playlist seadanya karena masih baru jadi cuma ada sekitar 27 lagu yang tentunya lagu-lagu favo gue. Sembari ditemani alunan lagu we are young-nya fun gue kembali menikmati ketenangan suasana taman bersama belaian sepoi angin di sore itu. Dan ga terasa uda setengah jam lebih gue duduk sebatang kara kaya botol kecap manis, sekelebat kebosanan membisikkan hati nyuruh gue pulang, yah itung - itung ga ada hal yang perlu dinetralkan dan direnungkan lagi tanpa diusir penjaga taman gue pun mengangkat kedua belah pantat serta mengayunkan kedua belah kaki gue (kok mesti gini?) menuju motor dan bergegas pulang. Setelah menoleh sekali lagi ke arah bangku tadi, motor gue nyalain dan jalan keluar dari area taman. Pulang bersama hilang. Hilangnya segala risau galau mengganggu halau kejernihan pikiran gue.